Rabu, 06 April 2011

Masjid Agung Banten : Glory and Spiritualism

Berkunjung ke Masjid Agung Banten, seolah menapak tilas kejayaan Banten dimasa lalu. Kemegahan Masjid, menara yang menjulang, pelataran Masjid yang dipenuhi dengan makam-makam ulama dan sepuh Kesultanan Banten, memberikan aura spiritualisme yang besar kepada setiap pengunjungnya. Saya merasakan ini saat berkunjung untuk melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung Banten.

Kesultanan Islam Banten memiliki sejarah kejayaan yang terkenal di seluruh dunia pada masanya. Kejayaan ekonomi pada masanya ditandai dengan adanya pelabuhan dagang yang ramai dari seluruh dunia. Dibidang politik, Banten mempunyai duta besar/diplomatik di Inggris. Sungguh, bagi saya ini adalah kemajuan yang luar biasa.

Greater Masjid Agung Banten
Masjid Agung memang selalu ramai pada hari jumat, apalagi pada bulan-bulan tertentu seperti mulud dan ramadhan. Peziarah yang datang tidak hanya dari sekitar Banten, tapi juga dari berbagai pelosok baik di Jawa maupun diluar jawa. Bagi para petualang ziarah, Banten pasti menjadi Top List tempat ziarah di Indonesia. Sejarah kejayaan, kemegahan arsitektural, dan kealiman para masyaikh di Kesutanan Banten adalah daya tarik utamanya.

Suasana Menjelang Sholat Jumat
Munfarid
Setiap hari Jumat, selalu ada ziarah umum yang dilaksanakan bersama dengan dipimpin oleh imam masjid. Ziarah umum dilakukan ba’da Sholat Jumat. Setelah dzikir jumatan, ratusan peziarah akan memadati area sekitar makam yang berada di serambi masjid. Setelah para makmum telah siap, sang Imam akan memulai memimpin doa yang kemudian akan diikuti dan diaminkan para makmum. Sungguh, walau saya hanya melihat ritual ini dari balik pagar tembok area makam, saya merasa merinding mendengar doa-doa yang mengalun begitu sakral.

Bersiap Ziarah
Menunggu Ziarah
Bagi Masjid Agung Banten, ziarah adalah aktivitas yang tak pernah berhenti. Selain hari Jumat, hampir setiap hari keberadaan makam-makam sepuh dan ulama banten dimasa lalu menjadi magnet bagi para peziarah dari berbagai daerah. Ziarah memiliki makna yang dalam. Ziarah merepresentasikan perasaan pada kehidupan duniawi yang perlu diseimbangkan dengan mengingat kematian. Ritual ziarah seolah memberikan energi positif yang menjadi sebuah keyakinan dalam batin bagi para pelakunya. Ziarah juga sebagai bukti simbolisme pengidolaan kepada leluhur, tanda syukur dan pengharapan.

Keberadaan Masjid Agung Banten yang saat ini menjadi pusat wiasata ziarah di Propinsi Banten, memberikan berkah tersendiri bagi masyarkat sekitar Masjid. Warung Kaki lima berjamur tak karuan di sekitaran Masjid, mulai dari warung makan, makanan kecil khas banten, serta warung souvenir seperti peci, tasbih, dan alat-alat ibadah lainnya dijajakan terbuka. Walau demikian, bagi saya hal ini cukup mengganggu estetika. Kondisi ini menampilkan kekumuhan yang tidak sedap dipandang, belum lagi kotornya area pelataran halaman Masjid karena penuh sampah yang bertebaran. Jika saja keberadaan para pedagang diakomodasi dan dikelola dengan dibuat cluster khusus, tentunya hal ini akan jauh lebih baik.

Transaksi
Meriam Tempur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar